Lalat Hijau Ternyata Bermanfaat Bagi Manusia

by | Sunday, April 19, 2015




Lalat Hijau Ternyata Bermanfaat Bagi Manusia - Lalat Hijau, atau disebut juga dengan green bottle fly, merupakan salah satu jenis lalat yang termasuk dalam family Calliphoridae. dan genus Lucilia. Ciri dari lalat ini adalah memiliki warna tubuh hijau botol. Lalat ini ditemukan di sebagian besar wilayah dunia, terutama belahan bumi bagian barat, California Amerika Serikat dan Australia. Tubuhnya berukuran 10-14 mm, sedikit lebih besar dari lalat rumah, dan memiliki warna hijau mengkilat disetai dengan garis-garis ruas tubuh yang berwarna hitam. Spesies yang paling terkenal dari lalat ini antara lain Lucilia sericata (atau Phaenicia sericata, tergantung pada wilayah habitatnya), serta spesies lain seperti Lucilia caesar, Lucilia cuprina, Lucilia coeruleiviridis, dan Lucilia illustris. Walaupun dikenal sebagai sumber penyakit karena perilakunya selalu hinggap di tempat kotor, lalat hijau ternyata memiliki manfaat bagi manusia. Baca juga 7 Manfaat Air Mineral Bagi Tubuh

Larva lalat ini dapat digunakan untuk terapi belatung (maggot therapy) dalam dunia medis. Larva/belatung lalat ini diketahui cenderung mengkonsumsi jaringan mati dan meninggalkan jaringan hidup yang utuh, dan telah dijual untuk digunakan dalam terapi belatung, terutama pada tahun-tahun sebelum meluasnya penggunaan antibiotik dan obat-obatan dan di zaman modern karena kebangkitan literatur medis mendokumentasikan efektivitas mereka.

Lalat Hijau


Larva dari lalat ini memakan jaringan dari hewan mati dan kadang-kadang akan bertelur pada bagian yang mati (nekrotik atau jaringan gangren) dari hewan hidup. Daerah yang dihinggapi oleh belatung pada hewan hidup disebut "myiasis." Beberapa belatung akan makan hanya pada jaringan yang mati, beberapa hanya pada jaringan hidup, dan beberapa di jaringan hidup atau mati. Lalat yang paling sering digunakan untuk tujuan terapi belatung adalah dari family Calliphoridae; dan spesies paling sering digunakan adalah Lucilia sericata.

Dalam terapi belatung, larva dari spesies lalat terapi ("belatung kelas medis") yang telah didisinfeksi digunakan untuk mengobati dan memulihkan luka dalam prosedur terapi belatung. Belatung diletakkan pada luka selama 2 atau 3 hari dalam perban khusus untuk menjaga belatung tidak berpindah. Karena belatung terapi tidak dapat larut atau memakan jaringan sehat, insting alami akan membuat mereka merangkak di tempat lain segera setelah luka bersih, atau setelah larva merasa kenyang.

Literatur ilmiah mengidentifikasi tiga tindakan utama belatung kelas medis pada luka:

Mereka membersihkan luka dengan melarutkan jaringan yang mati dan terinfeksi dengan proteolitik mereka, enzim pencernaan;
Mereka mensterilkan luka (membunuh bakteri) dengan mengeluarkan molekul antimikroba, dengan menelan dan membunuh mikroba dalam usus mereka, dan dengan melarutkan biofilm;
Mereka merangsang pertumbuhan jaringan yang sehat.

Pada tahun 1995, hanya segelintir dokter menggunakan MDT (maggot debridement therapy). Pada tahun 2004, berdasarkan data klinis dan laboratorium, US Food and Drug Administration (FDA) melegalkan merk belatung medis untuk pemasaran di Amerika Serikat, untuk tujuan penyembuhan luka kronis seperti luka karena tekanan, vena ulkus stasis, ulkus kaki neuropatik dan luka non-penyembuhan trauma atau luka pasca operasi. Hari ini, setiap dokter berlisensi di AS dapat meresepkan terapi belatung. Di seluruh dunia, sekitar 50.000 perlakuan diterapkan untuk penyembuhan luka pada tahun 2011.

Selain digunaan untuk terapi belatung, lalat ini juga dikenal karena perilakunya meletakkan telur pada jaringan mayat di alam liar dalam beberapa jam setelah kematian. Tahap perkembangan larva mereka dalam mayat dapat digunakan untuk penentuan akurat saat kematian. Spesies penting lainnya dari lalat ini, Protophormia terraenovae, juga terkenal karena sekresi makan, yang dapat melawan infeksi dari Streptococcus pyogenes dan Streptococcus pneumoniae (bakteri penyebab pneumonia). Baca juga Khasiat Air Rebusan Daun Sirsak untuk Obat Kanker

(Kontributor : Yuafanda Kholfi)






Artikel Menarik Lainnya :