Bagaimana Rasanya Hidup di Planet Merkurius

by | Thursday, February 19, 2015




Bagaimana Rasanya Hidup di Planet Terdekat dengan Matahari : Merkurius - Apa kalian pernah membayangkan untuk hidup di luar planet Bumi? Mungkin hidup di Bulan, planet Venus, atau bahkan planet terjauh di sistem tata surya kita, Neptunus? kelihatannya memang sangat menyenangkan hidup di luar planet Bumi. Terlebih kita tahu bahwa iklim di Bumi sudah tidak stabil lagi. Polusi dimana-mana yang menyebabkan timbulnya efek rumah kaca. Nah, lalu bagaimana rasanya jika kita bisa hidup di planet Merkurius?

Merkurius merupakan planet terkecil di sistem tata surya kita, sekaligus planet terdekat dengan Matahari. Membayangkan planet ini dekat dengan Matahari saja pastinya kita berfikir bahwa planet ini akan sangat panas sekali untuk di huni. Yep, planet ini memang akan sangat panas di siang hari dan akan sangat dingin di malam hari. Rentang temperatur permukaan planet Merkurius berkisar antara -180 C sampai 400 C. akan tetapi, planet ini bukan merupakan planet terpanas di tata surya. Baca juga Nama-Nama Mata Uang Negara di Dunia

planet merkurius


Merkurius juga tidak memiliki atmosfer di permukaannya sehingga lapisan udara di planet ini sangat tipis atau bahkan tidak ada sama sekali. Sama halnya dengan Bulan, satelit alam Bumi, Merkurius juga memliki banyak kawah di permukaannya. Ini disebabkan karena banyak meteor yang jatuh ke planet ini. Berbeda dengan Bumi, meteor tidak akan habis terbakar saat jatuh ke Merkurius karena planet ini sama sekali tidak memiliki atmosfer. Pertanyaannya, bagaimana manusia bisa hidup di Merkurius jika tidak terdapat udara khususnya oksigen di permukaannya?

Faktanya memang benar bahwa Merkurius sama sekali tidak bisa di huni oleh manusia, dan misalkan di Merkurius terdapat atmosfer (yang sebenarnya tidak ada), akan tetapi kita juga harus mempertimbangkan temperatur, juga keberadaan air di planet ini. Karena tidak bisa di pungkiri lagi bahwasanya manusia tidak dapat hidup tanpa air. Andaikata kemajuan teknologi umat manusia di Bumi sudah sangat maju, dan manusia bisa beradaptasi dengan ganasnya lingkungan Merkurius, sehingga mereka bisa bertahan di planet yang kecil ini, bagaimana rasanya? apa yang akan terjadi?

Seperti yang telah dilansir di situs space.com bahwa Merkurius memiliki lapisan es di wilayah kutub. Akan tetapi wilayah ini sangat gelap sekali sehingga suhu di kutub akan sangat dingin. Dan bukan merupakan ide bagus untuk bermukim di wilayah kutub. Tapi akan lebih baik jika bermukim di sekitar tepi kawah karena es maupun air akan mengalir dari sana. Selain itu, satu hari di Merkurius akan berlangsung 59 hari di Bumi sedangkan satu tahun berlangsung sekitar 88 hari. Jadi satu tahun di Merkurius hanya berlangsung satu setengah hari saja, singkat bukan?

Siang hari di planet Merkurius akan sangat berbeda sekali dengan di Bumi. Karena langit Merkurius akan tetap berwarna hitam dan bukan biru. Ini dikarenakan Merkurius tidak mempunyai atmosfer. Dan saat malam tiba, bintang dilangit tidak akan terlihat berkelap-kelip. Buruknya lagi Merkurius tidak mempunyai satelit alam, sehingga langit di malam hari akan sangat membosankan karena tidak ada objek yang dapat kita lihat. Dan karena Merkurius adalah planet terdekat dengan Matahari maka tidak heran jika saat siang hari, Matahari akan terlihat dua setengah kali lebih besar dari ukuran Matahari di Bumi. Lebih-lebih jika kita ingin mengirim sinyal ke Bumi dari Merkurius, akan memakan waktu sekitar 5 menit, dan begitu juga sebaliknya. Tetapi dibalik itu semua, ada keunggulan tersendiri jika kita bisa hidup di Merkurius. Dengan tidak adanya atmosfer di planet ini, maka kita terbebas dari cuaca yang buruk. Seperti angin topan, badai, tornado maupun letusan gunung berapi.

Hingga saat ini Merkurius hanya pernah didatangi oleh dua satelit. Yang pertama pada tahun 1974 oleh mariner 10. Satelit ini hanya bias memotret sebagian dari permukaan Merkurius. Dan pada maret 2013 kemarin NASA kembali meluncurkan satelit yang bernama Messenger untuk mempelajari kembali permukaan Merkurius yang masih belum terpetakan. Dan inilah pertama kalinya ilmuan bisa memetakan seluruh permukaan planet Merkurius seutuhnya. Selain itu, satelit ini juga mengirimkan citra gambar yang menunjukan bahwa adanya lapisan es di wilayah kutub. Tetapi wilayah ini sangat gelap sekali karena cahaya Matahari benar-benar tidak sampai ke wilayah ini.

Itulah kira-kira gambaran jika kita bisa hidup di Merkurius. Memang lebih indah tinggal di Bumi. Karena kita bisa menikmati birunya langit, Bulan dan bintang yang bercahaya saat malam hari, yang tentunya tidak akan bisa kita dapatkan bila kita hidup di Merkurius. Memang sangat sulit sekali untuk bisa bermukim di planet kecil ini. Terlebih kita tidak akan bisa bertahan dengan suhu ekstrimnya. Baca juga 10 Mobil Tercepat Di Dunia

(Kontributor : Rudi Haryanto)






Artikel Menarik Lainnya :